SEMUA KARENA CINTA
Oleh-oleh dari Lombok
*Sebuah catatan perjalanan*
Satu kata ini memang memberi arti luas, berjuta makna, dan menghadirkan berjuta kebahagiaan, CINTA.
Ya, kata ini menghipnotis banyak orang dengan pesonanya, termasuk aku.
Kehadiran cinta sering membuat seseorang mabuk kepayang. Kehadirannya juga menghidupkan segala syukur atas suatu limpahan rahmat. Kehadiran cinta menyatukan rasa antara kau dan aku, antara kamu dan dirinya, antara kita.
Nikmat mana lagi yang harus didustai?
Tidak ada!
Karena cinta semua keinginan terwujud. Karena cinta semua angan tercipta.
Demi mewujudkan janji sebuah cinta, rentang jarak tak lagi dihiraukan. Dimensi waktu yang menyita pun tak lagi dirasa.
Lombok, kota indah penuh pesona mengajakku dan keluarga menyatukan sebuah cinta.
Nyata, karena cinta pula keindahan kota Lombok dapat kunikmati. Kuhirup segarnya angin pantai Tanjung Bias yang kebetulan tak jauh dari penginapan yang aku pilih. Sejuk melenakan.
It was heaven on earth.
Mendarat di bandara Lombok International Airport–Praya, rasa syukur pun membuncah. Bagaimana tidak, kota ini mulanya hanyalah menjadi khayalan belaka tatkala melihat sebuah majalah yang memaparkan keindahannya saat beberapa bulan yang lalu duduk manis di dalam sebuah pesawat yang menerbangkan aku dan keluarga ke Jakarta.
Kupandangi dan kuelus-elus gambar kota yang eksotik dengan kekayaan dan keindahan pantainya yang luar biasa. Berkhayal suatu hari nanti bisa menginjakkan kaki di negeri yang indah permai ini.
Tak akan ada doa yang tak terkabul, hanya waktulah yang akan menuntunnya.
Hari dimana ketetapan itu jatuh, rasa haru, syukur dan bahagia pun menguasai hati.
Februari tanggal dua belas tahun 2022, untuk pertama kalinya aku menghirup khayalanku yang telah menjadi nyata.
I am coming, Lombok.
Seperti keinginan, sebelum sampai ke penginapan yang telah dipesan, aku berkeliling menikmati kota Lombok dan tentu saja menikmati kuliner khasnya.
Sate rembiga, bebalung, plecing kangkung, sate pusut, beberuk terong, ayam taliwang adalah makanan awal yang dinikmati ketika menginjakkan kaki di sebuah rumah makan sederhana di Lombok Tengah.
Perut yang keroncongan betul-betul termanjakan oleh sajian kuliner yang nikmat, melimpah bumbu dan rasa.
Lombok bukan hanya menyuguhkan keindahan pemandangan dengan pantai-pantai indah tetapi juga sajian kulinernya, yang membuat lidah ingin terus bergoyang.
Ini baru secuil kisah kemenarikannya. Masih banyak cerita lain dari pulau yang bersuku asli Sasak ini untuk dinikmati, dilihat dan dirasakan.
Kamu mau coba?
Komentar
Posting Komentar