Postingan

Jangan Takut Menulis

Pernah seorang teman, entah merasa iri atau memang tergelitik hatinya untuk cari  tahu alasan saya aktif di sosial media. Padahal jangan terlalu repot mencari. Alasannya sebenarnya simpel dan sederhana  saja. Yang pertama saya ingin mempunyai banyak teman. Yang kedua saya juga ingin membaca atau mengetahui sambil belajar dari tulisan-tulisan yang terpampang di jagad media sosial–tulisan dari teman-teman saya. Tulisan, sereceh apapun bagi saya tetaplah mempunyai nilai plus. Dari tulisan itu  tetap bisa mengambil hikmah dan pembelajaran. Banyak kita jumpai tulisan-tulisan yang sebenarnya cuma berisi kegabutan pemilik akun. Nulisnya ngalor-ngidul–enggak jelas. Lalu pembelajaran apa yang  bisa kita  ambil dari tulisan seperti itu? Banyak. Ya, tentu saja banyak yang akan kita dapatkan. Pastinya kalau kita menulis kegabutan banyak menimbulkan reaksi dari pembacanya. Ada dua blok, satu blok suka dan yang satu tak suka. Yang suka pasti akan tertawa atau sekedar memberik...

SEMUA KARENA CINTA

  Oleh-oleh dari Lombok *Sebuah catatan perjalanan*                                                               Satu kata ini memang memberi arti luas, berjuta makna, dan menghadirkan berjuta kebahagiaan, CINTA. Ya, kata ini menghipnotis banyak orang dengan pesonanya,  termasuk aku. Kehadiran cinta sering membuat seseorang mabuk kepayang. Kehadirannya  juga menghidupkan segala syukur atas suatu limpahan rahmat. Kehadiran cinta  menyatukan rasa antara kau dan aku, antara kamu  dan dirinya, antara kita. Nikmat mana lagi yang harus didustai? Tidak ada!  Karena cinta semua keinginan terwujud. Karena cinta semua angan tercipta. Demi mewujudkan janji sebuah cinta, rentang jarak tak lagi dihiraukan. Dimensi waktu yang menyita pun tak lagi dirasa. Lombok, kota indah penuh pesona mengajakku dan keluarga men...

Malam

Waktu sudah menunjukkan pukul dua puluh dua empat puluh delapan menit. Sudah malam. Waktunya kita beristirahat. Melepaskan penat dari segala rutinitas keseharian. Berawal dari azan Subuh yang berkumandang pagi tadi, aktifitas pun dimulai. Rasa syukur menyambut hari dan rasa terima kasih terhadap Zat pemberi kehidupan yang telah membangunkan kita kembali dalam keadaan sehat walafiat. Alhamdulillah. Bersyukur dan bersyukur atas karunia-Nya. Diberi kesehatan, kesejahteraan, kegembiraan dan kebahagiaan sepanjang hari yang telah kita lalui hari ini. Sekarang waktunya kita bersyukur atas waktu istirahat yang telah disediakan. Dari waktulah kita belajar tentang sebuah keikhlasan. Malam tak pernah mengeluh ditempatkan bersisian dengan hal yang gelap, dan siang pun tak marah saat kedudukannya digantikan oleh sang malam.  "Bismika Allahumma Ahya wa Amuut. Dengan nama Engkau, ya Allah, aku hidup dan mati"